Minggu, 26 Oktober 2014

Umroh Bersama Ayah dan Kakak Tercinta




Perjalanan saya kali ini adalah sebuah wisata rohani yang bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. saya bersama ayah dan kakak saya pergi menjalankan ibadah umroh pada Mei 2008, kami menggunakan jasa travel Haji dan Umroh. Beberapa minggu sebelum berangkat ke tanah suci makkah, rombongan umroh kami rutin melakukan pengajian di rumah Ustd.Ridho untuk mempelajari doa-doa apa saja yang di lafalkan ketika melakukan ibadah umroh di tanah suci.kami juga melakukan kegiatan manasik di asrama haji Pondok Gede.
Saat hari H keberangkatan, suasana di rumah teramat haru, kami bertiga berpamitan ke pada anggota keluarga, sanak saudara dan tetangga sekitar, pukul 07:00 kami berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta diantar dengan ibu serta saudara-saudara kami, kami di jadwal kan sampai bandara pada pukul 10:00 di terminal 2 DE dekat Mc Donald. Sesampainya di bandara, kami menunggu pengurusan Chek in dan imigrasi oleh petugas. Rombongan umroh kami berangkat menggunakan pesawat Etihad Airways.  Rute perjalanan kami adalah Jakarta – Abu Dhabi – Jeddah – Makkah – Madinah.
.

Hari-1  Jakarta – Abu Dhabi – Jeddah

Perjalanan dari Jakarta menuju Abu-Dhabi membutuhkan waktu selama lebih kurang delapan jam. Sedangkan perjalanan dari Abu-Dhabi ke Jedah selama lebih kurang dua jam
          Setelah mengalami perjalanan yang cukup melelahkan, kami sampai di kota Jeddah,
Kota Jeddah merupakan kota yang paling menonjol di wilayah Mekah al-Mukarramah. Jeddah disebut pula dengan Pengantin Laut Merah karena terletak di pertengahan pesisir Laut Merah bagian Timur. Jeddah dianggap sebagai pusat perekonomian dan wisata bagi kerajaan Arab Saudi. di kota ini kami istirahat dan makan di Rotana Hotel Jeddah

Hari-2  Jeddah-Makkah

Dari Jeddah kami menuju kota Makkah, selama dalam perjalanan kami melafalkan talbiyah, tahlil, istighfar bersama-sama dengan dibimbing oleh ustadz Firmansyah . Perjalanan Jeddah - Mekkah hanya ditempuh kurang lebih 1,5 jam. Di Mekkah rombongan kami menginap di Hotel Rawabi Al-Bustan, lokasinya di belakang Hotel Hilton dengan jarak sekitar 300 meter dari Masjidil Haram.
Alhamdulillah, hotel kami sangat dekat, sehingga kami setiap saat bisa ke Masjidil Haram untuk sholat 5 waktu berjama'ah yang mana pahalanya 100.000 kali lipat dibandingan sholat di tempat lain. tiap kamar berisi 4 tempat tidur, serta mendapatkan fasilitas makan (masakan Indonesia) 3 kali sehari. Setelah tiba di hotel, kami lansung istirahat sejenak lalu makan setelah selesai makan selanjutnya kami melaksanakan umroh wajib (bagi yg belum pernah umroh & haji) dengan dibimbing oleh ustadz Firmansyah.

Subhanalloh.......Alhamdulillah Allahu Akbar, saya sangat terharu dan terus mengucap syukur kepada  Allah SWT,  Masjidil Haram ternyata sudah berada di depan mata dan seolah tidak percaya kalau akhirnya saya telah tiba di Masjidil Haram,kiblat para muslim di seluruh dunia, tempat yang sangat dirindukan oleh seluruh muslim sedunia. sejenak kami berdo'a sebelum masuk Masjidil Haram sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul SAW "Bismillahi, washolatu wassalamu alaa Rasulillah, Allohummaftahli abwaaba rohmatik..." kemudian melangkahkan kaki kanan memasuki pintu Masjidil Haram. Subhanalloh  melaksanakan tawaf dengan keliling Ka'bah sebanyak 7 x  di bimbing oleh ustdz.Firmansyah untuk pembacaan doa-doa nya. Putaran pertama s/d ketiga dengan lari kecil dan selanjutnya dengan berjalan santai. Saat melakukan tawaf saya belum ada kesempatan untuk memegang ka’bah dan berdoa di hajar aswad dikarenakan kondisi saat melakukan tawaf teramat penuh. Selesai tawaf dilanjutkan dengan berdo'a di Multazam, air mata saya menetes seraya memanjatkan doa. kemudian sholat sunah 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim.  Setelah itu kami melakukan Sa’i masih sama dibimbing oleh ustdz.firmansyah dalam pembacaan doa nya, kami lari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7x diakhiri dengan tahalul (memotong rambut). Setelah selesai semua rangkaian umroh, kami mengucap syukur kepada Allah. kemudian acara bebas, aku, ayah dan kakakku memutuskan untuk mengitari seisi masjidil haram.

Masjidil Haram dengan kakak








Hari-3 
 Di Makkah kami awali dengan bangun pagi jam 02.30 selanjutnya setelah mandi kami segera berangkat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat malam (tahajud) dan persiapan sholat subuh.. Selesai sholat subuh aku ayah dan kakakku menyempatkan diri untuk tadarusan terlebih dahulu sampai matahari muncul. Lalu saya mengajak kakak saya untuk berjalan mendekati ka’bah (modal keyakinan saya bisa menggapai ka’bah dan hajar aswad ), dan alhamdulillah setelah berjalan berdesakan, saya berkesempatan untuk berdoa di hajar aswad dan memegang ka’bah walaupun waktunya sebentar karna banyak orang lain yang ingin melakukan hal yang sama. Keistimewaan Hajar Aswad:
 Abdullah berkata “Telah waris dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam
“Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi. Pada hari kiamat akan datang dan mempunyai lisan, akan menyaksikan bagi orang yang menciumnya dengan benar atau batil. (ia) tidak tenggelam di air dan tidak membara (dibakar) dengan api..dan hajar aswad adalah permulaan untuk memulai thawaf dari sisi tenggara dari ka’bah. Asalnya dari batu surga, warnanya putih seperti warna maqom, dan ia tempat menumpahkan tetesan air mata, doa terkabulkan. Disunnahkan untuk menyentuh dan menciumnya. Ia adalah tangan kanan Allah di bumi artinya ia adalah tempat menyalami Allah ketika berjanji dengan Allah untuk bertaubat. Ia akan menjadi saksi di hari kiamat bagi orang yang menyentuhnya. Dan barangsiapa yang mengulangi, maka dia telah berjanji tangan Rahman. Dan menyentuhnya, (dapat) menggugurkan dosa-dosa. Dan ia adalah tempat pertemuan lisan para nabi, para orang shaleh, para jama’ah haji, orang-orang umrah dan para peziarah. Maha suci Allah yang Maha Agung.


siang hari, Masjidil Haram


kembali ke hotel dan langsung sarapan pagi. Saat sarapan pagi ternyata ada selebritis Indonesia juga yang juga mau sarapan. Aku dan kakakku sempat berfoto.

w/Puadin Redi



W/Tomkur n Adly


Sekitar pukul 11.30 kami berangkat ke Masjidil Haram untuk mengikuti sholat Jum'at. Dan, Masyallah....., sejak kami tiba di halaman masjid, ternyata sudah lumayan banyak jama'ah yang datang, Alhamdulillah akhirnya sholat Jum'at di Masjidil Haram sudah kami laksanakan dengan lancar, selanjutnya kami balik ke hotel untuk makan siang dan istirahat sejenak lalu melanjutkan ziarah ke:
·         Jabal Qubais,
·        Dar St Khadijah: rumah tempat Rosulullah dan Siti Khadijah tinggal serta tempat turunnya wahyu QS Al Mudatsir 1-8,
·        Hijir Ismail: tempat mustajab untuk berdoa. Bekas rumah nabi Ibrahim AS,
·        TPU Ma’ala: 600 m utara majidil haram. Tempat makam Siti Khadijah, Qasim bin Muhammad (putra Rosul), Abdul Muthalib dan Abu Thalib,
·        Masjid Abu Bakar: selatan masjidil haram. Rumah Abu Bakar RA dan A’isyah RA
·        Masjid Jin: berada di Ma’la utara masjidil haram. Tempat sekelompok jin mendengar Rosul membaca Qur’an saat shalat subuh lalu mereka masuk islam. Diabadikan dalam QS Jin,
·        Masjid Ar Rayyah: tempat Rosul bermalam sebelum menaklukan Mekkah

Hari-4
Seperti biasa di Mekkah kami bangun pagi, melaksanakan ibadah wajib dan sunah di masjidil haram. Di hari ini kami Ziarah ke lokasi bersejarah yaitu:
·        Batas Haram: tempat nabi Adam berdoa kepada Alloh untuk diselamatkan dari godaan iblis. Alloh menurunkan malaikat untuk menjaga daerah tersebut ditandai dengan “tugu batas haram”. Non muslim dilarang melewati batas ini (QS At Taubah:28),
·        Gua Hira: berada di Jabal Nur, 5 km timur laut Makkah. Tempat turunnya wahyu pertama,
·        Gua Tsur: berada di Jabal Tsur, 7 km tenggara masjididl haram menuju Thaif. Tempat Rosul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran musyrikin saat hijrah ke madinah (QS At Taubah: 40),
·        Muhasir: berada antara Mina-Musdalifah. Tempat dihancurkannya pasukan bergajah Abrahah oleh burung Ababil (QS Al Fiil),
·        Jabal Rahmah: berada di Arafah, 25 km timur masjidil haram. Tempat dipertemukannya nabi Adam dan Siti Hawa
·        Jabal Qurban: terletak diantara Mina-Musdalifah. Tempat nabi Ibrahim melaksanakan perintah Alloh menyembelih anaknya nabi Ismail AS,
·        Masjid Namirah: berada di Arafah yg sebagian berada di batas luar arafah. Hanya dipakai 1 tahun sekali ketika musim haji,
·        Musium Haramain: barat laut masjidil haram. Tempat menyimpan koleksi benda bersejarah dari Mekkah dan Madinah.
·     Musium Kiswah Ka’bah
·        dan diakhiri ke Ji’ronah (miqot) dan melaksanakan Umroh Kedua.



Museum Kiswah Ka'bah

Museum Kiswah Ka'bah




Hari-5   Makkah-Madinah
Kami mengawali kegiatan hari terakhir di Makkah dengan melaksanakan sholat tahajud dan subuh berjama'ah di Masjidil Haram, setelah sholat subuh selesai, kami melaksanakan thawaf wada' sebagai tanda perpisahan kami dengan Baitulloh Ka'bah, selanjutnya balik ke hotel untuk sarapan pagi. Selesai sarapan kami istirahat dan untuk selanjutnya berangkat ke Madinah, Madinah adalah kota paling suci yang kedua bagi umat Islam, karena ada masjid Nabawi didalamnya yang disebutkan dalam salah satu hadits bahwa bila sholat di sini pahalanya sama dengan 1.000 kali dibandingkan shalat di tempat lain. “Shalat di masjidku ini [Masjid Nabawi] lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.” [HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim] . Dan tentunya di dalam masjid tersebut terdapat makam Rosulullah dan tempat mustajab untuk berdoa yaitu Raudhoh. Tak heran maka dikedua lokasi masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah yang rela berdesak-desakan mengantri untuk memperoleh kesempatan berziarah dan beribadah di raudhoh.
Tiba di Madinah kami menginap di Hotel Dallah Taibah, alhamdulillah jarak hotel ke Masjid Nabawi dekat, jadi kami bisa solat berjamaah di sana.



Tiba di hotel, kami istirahat sejenak dan makan. shalat berjama’ah di Masjid Nabawi. Masjid ini sungguh sangat indah, apalagi jiga dilihat pada malam hari. Di hari ini kami juga  ziarah ke Makam Rasulullah, Abubakar, Umar, serta pemakaman Baqi. Alhamdulillah di hari kelima ini kami dapat berdoa di tempat mustajab Raudhoh.



Hari-6
Setelah Shalat Subuh berjama’ah, diluar halaman mesjid Nabawi saya melihat banyak sekali pendagang yang menjual baju, kerudung, minyak wangi dan lain-lain. Ramai sekali. Sepanjang jalan dari mesjid Nabawi dan hotel ramai dengan penjua, kami sempat berbelanja oleh-oleh disini. kemudian Sarapan di hotel,lalu rombongan kami ziarah ke :
·         Masjid Quba. Terletak di daerah Quba, sekitar 5 km sebelah selatan Madinah. Waktu Nabi Saw berhijrah ke Madinah, orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah adalah orang-orang Quba. Di sini Nabi Saw menempati rumah Kalsum bin Hadam, kemudian Rasulullah saw pun mendirikan masjid di atas sebidang tanah milik Kalsum. Di masjid ini lah yang pertama kali diadakan shalat berjemaah secara terang-terangan. Diriwayatkan bahwa salat di masjid ini pahalanya sama dengan 1 kali umrah.
·         Jabal Uhud. Adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya sekitar 5km di sebelah utara pusat kota Madinah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang yang dinamakan Perang Uhud.
·         Masjid Qiblatain. Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada tahun ke 2 H waktu Zhuhur di masjid tersebut tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144. Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah Saw menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat tersebut, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua
·         Masjid Khandaq. Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandaq adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya. Peninggalan Perang Khandaq yang ada hanyalah berupa lima buah pos penjagaan pada peristiwa Khandak yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah
·         Masjid Gamamah, Bilal, Abubakar, Usman.
·         Kebun Qurma, Jabal Magnet, Percetakan Al-Quran


Masjid Quba

Jabal Magnet

Jabal Magnet

Kebun Kurma




Hari-7   MADINAH-JEDAH
Setelah Shalat Subuh rombongan mempersiapkan barang-barang bawaan untuk meninggalkan kota Madinah menuju Jedah. Tiba di Jedah dilanjutkan dengan City Tour ke Laut Merah, tempat Ibu hawa diturunkan, tempat Qisas, dan Shoping di Balad Cornice

di Masjid Terapung Laut Merah

Masjid Terapung Laut Merah




HARI KE 8: JEDAH-JAKARTA
Setelah makan siang rombongan menuju Bandara King Abdul Aziz untuk pulang menuju Jakarta dengan pesawat SAUDI AIRLINE pukul 17.00 wsa

HARI KE 9 : JAKARTA
Siang hari pukul 09.00 wib rombongan tiba di Jakarta.
Selesailah perjalanan Umroh dan Ziarah.


Ya Allah Ya Tuhanku.... 
Terimakasih atas rezeki yang engkau berikan kepada ayahku, karna
pemberian dari engkaulah, ayahku, aku dan kakakku dapat melakukan
ibadah umroh di tanah suci. terimakasih atas segala nikmat sehat yang
engkau berikan kepada kami Ya Allah.
Ya Allah..... Terima lah ibadah kami, wudhu kami, sujud kami, doa kami 
kepada engkau. Amin.....Amin...Amin Ya Robbal alamin
































Minggu, 12 Oktober 2014

PENGEMBANGAN ALINEA

Pengembangan Alinea
     Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. Pengembangan paragraph deduktif, misalnya, yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf, pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya.

     Selain kalimat topik, pengembangan paragraf berhubungan pula dengan fungsi paragraf yang akan dikembangkan: sebagai paragraf pembuka, paragraf pengembang, atau paragraf penutup. Fungsi tersebut akan mempengaruhi pemilihan metode pengembangan karena misi ketiga paragraf tersebut dalam karangan saling berbeda .

Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan,yaitu: persuasive, argumentatif, naratif, deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.

     Setelah mempertimbangkan factor tersebut barulah kita memilih salah satu metode pengembangan paragraf yang dianggap paling tepat dan efektif. Diantara banyak metode pengembangan paragraf yang terdapat di dalam buku – buku komposisi, disini diangkat enam metode yang umum dipakai untuk mengembangkan alinea dalam penulisan karangan. Metode yang dimaksud adalah : metode definisi, metode contoh, metode sebab-akibat, metode umum khusus, dan metode klasifikasi.




     Didalam mengarang, keenam metode pengembangan paragraf tersebut dapat dipakai silih berganti sesuai dengan keperluan penulis:

1) Metode Definisi
     Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu

2) Metode Proses
     Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.

3) Metode Contoh
     Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.

4) Metode Sebab-Akibat
     Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi.

5) Metode Umum-Khusus
     Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. Bagi penulis pemula, belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan. Pertimbangannya, di samping mengembangkan urutan umum-khusus relative lebih gampang,juga karena model inilah yang paling banyak dipakai dalam karangan ilmiah dan tulisan eksposisi seperti arikel dalam media massa.

6) Metode Klasifikasi
     Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan. Namun, pengelompokan tidak berhenti pada inventarisasi persamaan dan perbedaan. Setelah dikelompokan, lalu dianalisis untuk mendapatkan generalisasi, atau paling tidak untuk diperbandingkan atau dipertentangkan satu sama lainnya.




 Sebab - Akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B. Contoh:
            Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.

Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.
 
 Akibat - Sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Contoh:
Kemarin Badu tidak masuk kantor. Hari ini pun tidak. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu, pasti Badu itu sedang sakit.



SUMBER:


ALINEA (PARAGRAF)

PENGERTIAN ALINEA (PARAGRAF)

Alinea/Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

       Struktur Alinea
Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun alinea pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu
·         Kalimat Utama : Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat utama adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
·         Kalimat Penjelas : Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberi penjelasan tentang gagasan pokok.Kalimat penjelas harus senantiasa menjabarkan gagasan yang dinyatakan dalam kalimat topik.

Tujuan Pembentukan Alinea
·         Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema
yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengan dung suatu tema, bila terdapat
dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.
·         Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lrbih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.

      Syarat-syarat pembentukan Alinea:
·          Kesatuan                : Semua kalimat yang mendukung alinea secara bersama-sama mendukung sebuah ide.
·          Koherensi               : Saling berhubungan sebuah kalimat dengan kalimat lainnya yang membentuk sebuah  
                                   alinea.
·          Pengembangan                   : Sebuah alinea memiliki pengembangan gagasan/ide dengan menggunakan kalimat
                                   pendukung.
·         Efektif                       : Dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.



Jenis Alinea berdasarkan letak ide pokoknya

·         Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh:
            Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.


·         Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.




 Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh:
Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan, mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang.

Yang menjadi penjelasannya di atas adalah:
1.       Pemerolehan nilai Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus.
2.      Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis.
3.      Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang.
4.      Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang, mencakup Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak lainnya. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan, kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang.


 Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Contoh:
            Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan Tuhan, yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

Dalam paragraf di atas, penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Mesin saja ada penciptanya, yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu, tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

 Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.Contoh:
            jika hujan-hujanan, kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat 2.


·        Paragraf Campuran
Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir. Contoh:
                Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidupnya. Setiap jenis binatang bertahan hidup dengan cara berburu makanan yang tersedia di alam. Demikian pula dengan tumbuhan dan manusia yang memerlukan makanan dan minuman untuk pertumbuhannya. Jadi, binatang, tumbuhan, dan manusia memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidupnya.









Jenis alinea berdasarkan bentuk dan sifatnya
               Isi sebuah paragraf dapat bermacam-macam bergantung pada maksud penulisannya dan tuntutan konteks serta sifat informasi yang akan disampaikan.Penyelarasan sifat isi paragraf dengan isi karangan sebenarnya cukup beralasan karena pekerjaan menyusun paragraf adalah pekerjaan mengarang juga.

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, alinea dapat digolongkan atas lima macam,yaitu:

1.
Paragraf Persuasif : adalah isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Paragraf persuasif banyak dipakai dalam penulisan iklan,terutama majalah dan Koran . Sedangkan paragraf argumentasi, deskripsi, daneksposisi umumnya dipakai dalam karangan ilmiah seperti buku,skripsi makalah dan laporan. Paragraf naratif sering dipakai untuk karangan fiksi seperti cerpen dan novel. Contoh:
Satu hal lagi yang menghambat keselamatan terumbu karang, yaitu lemahnya peraturan perundangan yang diterapkan. Manusia menjadi faktor utama pelaku perusakan terhadap spesial ini. Untuk itu, harus ada tindakan tegas dari aparat terkait dengan memberi hukuman yang berat bagi pelakunya. Dengan demikian, diharapkan akan menjadi benteng terakhir bagi keselamatan terumbu karang. Adanya sanksi hukum yang berat tentu akan menjadi efek jera. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap penyelamatan terumbu karang juga harus ditumbuhkan.

2.
Paragraf argumentasi : adalah isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti_bukti alasan yang mendukung. Contoh:
Meskipun kebiasaan merokok dapat membahayakan kesehatan, pemerintah tetap selalu berharap dari produk tersebut. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena penerimaan negara dari cukai rokok dapat mencapai lebih dari Rp 25 Triliun. Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat diungkapkan bahwa kebiasaan merokok memang merugikan kesehatan, tetapi menghentikan kebiasaan merokok dapat mengurangi pendapatan negara.

3.
Paragraf naratif : adalah isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita. contoh:
Suasana benar-benar kacau bakat. Beberapa orang melompat ke tepi dan menebur ke kali. Beberapa perahu yang lepas tampak melaju menuju hulu. Yang lainnya menyusul, sementara menanti terdengar riuh sekali. Begitu saja keadaan terjadi. Arus deras dari kampar-kampar menyerbu dari hulu membantu sampan-sampan ke hilir. Lengking suara orang dan tabuhan gong menandakan tibanya petaka. Asap yang terkepul hitam legam menunjukkan bahwa sedang terjadi kebakaran (Rotan, karya Korrie Layun Rampan)

4.
Paragraf deskritif : adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa. Contoh:
Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.

5.  
Paragraf eksposisi : adalah paragraf yang memaparkan sesuatu fakta atau kenyataan kejadian tertentu. Contoh: Rekayasa genetika merupakan bagian dari ilmu bioteknologi yang mengalami perkembangan pesat. Rekayasa genetika dapat diterapkan pada berbagai fauna maupun mikroba. Temuan sifat-sifat genetika yang dibawa oleh kromosom turut semakin mempercepat perkembangan dunia bioteknologi. Setiap makhluk hidup mempunyai kromosom yang jumlahnya berlainan. Sepasang makhluk hidup yang melakukan pembuahan akan menurunkan identitas pada keturunannya. Jumlah kromosom yang diturunkan oleh setiap induk pada saat pembuahan adalah sebagian dari jumlah kromosom normal. Kromosom-kromosom tersebut membawa informasi genetika yang direkam pada Dna.

 Jenis alinea Menurut Fungsinya dalam Karangan
Menurut fungsinya, paragraf dapat dibedakan menjadi 3 , yaitu:
1) Paragraf Pembuka:
Bertujuan mengutarakan suat aspek pokok pembicaraan dalam karangan .

 *Sebagai bagian awal sebuah karangan, paragraf pembuka harus di fungsikan untuk:
                                1. menghantar pokok pembicaraan
                                2. menarik minat pembaca
                                3. menyiapkan atau menata pikiran untuk mengetahui isi seluruh karangan.
2) Paragraf Pengembang:
*Bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka. Paragraf ini didalam karangan dapat difungsikan untuk:
                                1.mengemukakan inti persoalan
                                2. memberikan ilustrasi
                                3. menjelaskan hal yang akan diuraikan pada paragraf berikutnya
                                4. meringkas paragraf sebelumnya
                                5. mempersiapkan dasar bagi simpulan.

3)Paragraf Penutup :
*Paragraf ini berisi simpulan bagian karangan atau simpulan seluruh karangan. Paragraf ini sering merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Penyajian harus memperhatikan hal sebagai berikut :
                                1. sebagai bagian penutup,paragraf ini tidak boleh terlalu panjang
                                2. isi paragraf harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti seluruh       
                             uraian
                                3. sebagai bagian yang paling akhir dibaca, disarankan paragraf ini dpat menimbulkan kesan yang    
                             medalam bagi pembacanya